Wanita. Makhluk yang dimuliakan oleh Allah, Rasulullah, dan juga Islam. Begitu mulianya wanita, sehingga ia dijaga oleh 4 lelaki; ayahnya, suaminya, saudara laki – lakinya, dan anak laki - lakinya. Wanita ibarat permata yang sangat berharga, karena alasan itulah Allah menurunkan firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Azhab ayat 59,
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri - istrimu, anak – anak perempuanmu, dan istri – istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Azhab : 59).
Atas dasar itu, Rasulullah menyuruh para wanita untuk mengenakan jilbab. Sebenarnya, apa perngertian jilbab dan bagaimana cara memakai jilbab yang syar’i? Putri Rasulullah S.A.W, Fatimah Az-Zahra berkata kepada Asma’ binti Abu Bakar,
“Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.”
Ini berarti pemakaian jilbab yang benar adalah jilbab panjang yang menutupi tubuh bagian atas dan mengenakan pakaian yang longgar agar tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya. Karena yang demikian itu akan disenangi Allah dan dekat dengan surga Allah.
Namun, apa yang terjadi pada akhir – akhir ini? Banyak para muslimah yang mengenakan jilbab sebatas leher dan pakaian yang ketat untuk mengimbangi jilbabnya. Mereka mengenakan pakaian seperti itu karena terpengaruh mode masa kini. Para muslimah cenderung meniru artis – artis idola di televisi yang menggunakan jilbab pendek yang justru menampakkan lekuk – lekuk tubuhnya. Bahkan, banyak juga yang berani melepas jilbab mereka. Padahal, hal itu tidak dibenarkan dalam Al-Qur’an.
Ternyata benar yang dikatakan Rasulullah S.A.W,
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita – wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah wanita yang terkutuk”
Di dalam hadits lain terdapat tambahan :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”
Na’udzubillahimindzalik. Semoga Allah melindungi kita dari siksa Neraka Jahannam. Jadi, mulai sekarang sebaiknya para muslimah lebih memperhatikan lagi cara mereka berjilbab dan berpakaian. Jangan takut dianggap ketinggalan zaman atau tidak modis. Rok yang longgar, baju muslimah yang tidak ketat, tidak tipis, dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh serta jilbab panjang adalah pakaian yang pantas bagi para muslimah. Insya Allah dengan berpakaian seperti itu, tidak akan ada lagi yang mengganggu.
Penerapan secara langsung dan instan tentu sulit diterapkan. Diperlukan cara – cara khusus untuk mengubah pemahaman para muslimah yang sudah mengikuti tren – tren masa kini. Yaitu dengan diadakannya tarbiyah yang menarik dengan membahas tentang cara berjilbab syar’i dan pengetahuan menjadi akhwat sejati secara rutin. Bahkan kalau perlu diadakan fashion show khusus akhwat. Dengan begitu mereka tahu contoh – contoh berpakaian dan berjilbab sesuai syari’ah.
Khususnya bagi para remaja muslimah yang ingin mengetahui lebih jauh tentang indahnya Islam. Maka dalam tarbiyah itulah kesempatan untuk memaparkan betapa Islam sangat memuliakan wanita dengan jilbabnya. Selain itu, juga ditekankan pula bahwa berjilbab tidak harus menjadikan dirinya sempurna dulu. Namun dengan berjilbab, mereka bisa belajar bagaimana agar bisa seperti Siti Khadijah, Aisyah, Fatimah Az-Zahra, dan wanita penghuni surga lainnya, serta dicintai Allah S.W.T. Amin.
No comments:
Post a Comment