Pernah menonton “Surat dari Teman di Tahun 2070”? Bagi yang belum pernah, ceritanya adalah tentang betapa sedikitnya air yang dimiliki bumi saat itu. Tentu ini akibat dari ulah manusia sendiri yang dulunya sering membuang – buang air tanpa berusaha untuk mengembalikannya. Lha, zaman kita dong?
Akibat dari global warming, gunung – gunung es di kutub utara dan selatan emang mencair dan menghasilkan banyak air. Tapi, bisakah air itu diminum? Padahal, selama ini, orang Indonesia selalu menggunakan air tanah untuk digunakan sehari – hari yang berasal dari daerah pegunungan yang sejuk dan bisa dipastikan, air yang berasal dari sini dapat diminum setelah diolah oleh pabrik air mineral, contohnya AQUA. Air pun akhirnya menjadi sehat dan menyegarkan tubuh ketika diminum.
Kita semua pasti ingin mendapatkan air yang sehat dan segar sepanjang masa, selama hidup kita. So, pernahkah temen – temen berpikir bagaimana caranya agar air tetap tersedia di bumi kita tercinta ini di tahun 2070 dan seterusnya?
Hemat Air, Hemat Semuanya
Lhoh, kok begitu? Jelas. Bagi masyarakat di perkotaan, air mudah diperoleh dengan mesin pompa listrik. Kalau kita menghemat air, berarti kita juga hemat listrik, hemat uang, dan hemat tenaga. Betul betul betul?
Bagi masyarakat desa yang jauh dari sumber air, mereka sudah pasti melakukan penghematan air supaya nggak capek mengambil air yang kadang – kadang jaraknya sampai 5 km dengan jalan kaki. Bayangkan susahnya mereka.
Hemat air bisa dilakukan dengan cara :
1. Jangan mencuci tiap hari. Cukup sekali atau dua kali aja seminggu.
2. Habiskan air dalam gelas ketika kita minum. Bagi yang kebiasaan nggak habis ketika minum jus, sirup, dan sebagainya, kalau ambil air sedikit aja ya…
3. Kalau bak mandi sudah penuh dan keran air masih ngeksis, tolong dimatikan.
Mulai sekarang, budayakan hemat air. Nggak ada ruginya juga kan? Ini adalah salah satu langkah kecil kita untuk menyediakan sumber air di masa depan.
Tanam Pohon di Mana – mana
Go Green.... Setiap kali melihat ada tanah lapangan yang nganggur, upayakan menanam biji apa pun di sana. Terserah mau biji apa. Biji cabai, jeruk, bahkan biji mangga juga boleh. Rata – rata, perawatannya nggak terlalu susah dan tumbuhnya cepat. Dengan begitu, ketika musim hujan sudah di depan mata, tanaman – tanaman itu akan dengan sigap menyimpan cadangan air di dalam tanah. Selain itu, mata kita akan dimanjakan dengan view yang indah dan menyegarkan, juga dijamin lingkungan kita nggak akan disambangi banjir.
Praktekkan Ilmu Fisika : Penyulingan Air
Dalam Fisika, pasti pernah mendengar istilah penyulingan air? Nah, coba dipraktekkan sendiri di rumah. Obyeknya bisa air comberan yang tidak seberapa kotor, air sungai yang kira – kira masih aman diminum, serta air hujan. Dengan memanfaatkan kapas, beberapa kantong pasir, kasa, kerikil, dan batu yang disusun dengan sedemikian rupa di botol AQUA 1 Liter serta diberi tawas, kita sudah mendapatkan air yang bersih. Air ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti minum, mencuci, dan mandi.
Lumayan kan, menghemat jatah dari PDAM yang setia memasok air ke rumah kita. Rumah kita pun tidak akan terganggu dari bau air comberan yang menusuk, dompet ortu juga lebih hemat mengeluarkan biaya hanya untuk pasokan air.
Buang Sampah di Sungai = HARAM
Tempat sampah lho ada di mana – mana. Jadi, sungai bukan tempat yang baik untuk tempat sampah. Karena sampah membuat sungai menjadi berwarna kuning emas dan pastinya sangat menjijikkan. Setuju?
Nah, jika kita sudah melakukan hal – hal di atas dengan konsisten dan penuh kesadaran, maka air pun masih terus tersedia di tahun 2070 nanti. Lagi pula kita yang akan mewarisi Indonesia dari orang tua kita semua. Karena itu, kita juga harus terus berusaha untuk menolong saudara – saudara kita yang berada di pedesaan yang sulit mendapatkan air dengan cara memudahkan mereka untuk mengambil air. Entah itu membuatkan alat untuk mereka atau mencarikan mereka sumber air yang terdekat dengan mereka.
Semua itu nggak mustahil bagi kita. Nggak percaya? AQUA telah merealisasikan program air bersih untuk NTT. Jadi, kenapa kita nggak bisa mencontohnya? Kalau ada usaha dan tekad, apa pun yang kita inginkan bisa terwujud.
No comments:
Post a Comment